Muara Teweh (BPBD) - Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya bencana kabut asap, BPBD Barito Utara bersama PT. Bangun Batara Raya (BBR) menggelar kegiatan pembinaan dan pelatihan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan operasional perusahaan yang berada di Desa Sabuh, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, pada Senin, 06 Juli 2026.
Pelatihan ini diikuti oleh jajaran manajemen, tim pemadam internal perusahaan. Langkah preventif ini diambil guna menyegarkan kembali kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kebakaran lahan, terutama saat memasuki musim kemarau.
Dalam simulasi ini, para peserta dibekali kemampuan teknis menggunakan tiga jenis alat peraga utama, yaitu:
- Pompa Pemadam Portabel (Portable Fire Pump): Alat ini menjadi senjata utama dalam mengatasi kebakaran berskala menengah hingga besar yang membutuhkan suplai air cepat dari sumber terdekat. Peserta dilatih mengoperasikan mesin, menggelar selang (hose), hingga teknik mengarahkan pancaran air secara efektif guna memblokade pergerakan api diarea terbuka.
- Alat Pemadam Api Ringan (APAR): Digunakan sebagai penanganan dini untuk memadamkan titik api mula (skala kecil).
- Alat Pemadam Manual (Geprek/Kepyok Api dan Jet Shooter): Alat ini digunakan untuk memdamkan sisa bara api atau kebakaran rumput rendah di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh kendaraan maupun selang pompa air.
Tim BPBD Barito Utara menegaskan bahwa investasi terbaik dalam penanganan karhutla adalah kesiapan sumber daya manusia itu sendiri. Melalui Pelatihan intensif ini, diharapkan seluruh elemen didalam lingkungan perusahaan mampu merespons dengan cepat, tepat dan aman sesuai dengan prosedur standar operasional (SOP) kebakaran jika muncul titik panas (hotspot).
Kegiatan yang berlangsung intensif serta aman, tertib dan lancar. Diharapkan wilayah Barito Utara, khususnya sekitar konsesi perusahaan, tetap terjaga dari ancaman kebakaran hutan dan lahan sepanjang tahun 2026 ini.