MUARA TEWEH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara memperketat langkah antisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026, yang dilakukan dengan cara pemasangan baliho peringatan di berbagai kawasan rawan bencana di wilayah Kabupaten Baritto Utara. Pemasangan media informasi visual ini menjadi instrumen penting dalam memperluas jangkauan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait pencegahan karhutla serta penegasan aturan larangan keras membuka lahan dengan cara membakar di wilayah terdampak.

Proses penempatan sarana edukasi publik tersebut melibatkan pengerahan personel BPBD Kabupaten Barito Utara melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan yang diterjunkan secara langsung ke akses jalan utama antardesa, titik perbatasan wilayah, serta kawasan di sekitar perladangan warga yang dianggap merupakan tempat strategis untuk pemasangan baliho. Melalui materi visual yang informatif, papan imbauan menyoroti poin-poin krusial mengenai status Siaga Darurat Bencana Karhutla Kabupaten Barito Utara dan strategi pencegahan karhutla, serta informasi call center yang dapat dihubungi oleh Masyarakat jika tejadi kebakaran. Langkah penjangkauan ini dirancang untuk memastikan pesan peringatan dan keselamatan bencana dapat diakses serta dipahami secara langsung oleh masyarakat maupun perangkat desa di tingkat lapangan.

Guna mengantisipasi potensi bahaya susulan akibat fenomena cuaca kering, BPBD Kabupaten Barito Utara mengajak warga untuk turut merawat baliho peringatan tersebut sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan sekitar. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran dalam kondisi risiko tinggi. Apabila melihat indikasi gumpalan asap, kemunculan titik api, atau tindakan pembakaran liar, warga diharapkan segera melapor ke posko siaga melalui kontak resmi Call Center BPBD Kabupaten Barito Utara (HP/WA : 0851  8938 4429) demi percepatan tindakan penanganan dan pemadaman oleh petugas di lokasi kejadian.